Jenis-Jenis dan Rumusan Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas terbagi menjadi 7. Mari kita bahas di bawah ini.
Ada 7 jenis rasio profitabilitas dengan fungsi dan rumus yang berbeda-beda. Mulai dari Gross Profit Margin, Profit Margin Ratio, Return on Asset Ratio, hingga Return of Investment.
Rasio profitabilitas merupakan perbandingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset, dan ekuitas atas dasar pengukuran tertentu.
1. Gross Profit Margin (GPM)
(Laba Kotor : Total Pendapatan) x 100%
2. Profit Margin Ratio (PMR)
NPM = Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan
3. Return on Assets Ratio (ROA)
ROA = Laba Bersih : Total Aset
4. Return on Equity Ratio (ROE)
ROE = Laba Bersih Setelah Pajak : Ekuitas Pemegang Saham
5. Return on Sales Ratio (ROS)
ROS = (Laba sebelum pajak dan bunga : penjualan) x 100%
6. Return on Capital Employed (ROCE)
ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga : Modal Kerja
7. Return of Investment (ROI)
ROI = ( (Laba Atas Investasi – Investasi Awal) : Investasi) x 100%
Manfaat Rasio Profitabilitas
Perusahaan sebaiknya wajib membuat profitabilitas saat menghitung untung-rugi perusahaan. Berikut ini manfaat dari rasio profitabilitas yang perlu Anda ketahui:
- Dapat mengetahui secara pasti laba/keuntungan dari perusahaan dalam periode tertentu.
- Sebagai tolak ukur dalam penilaian yang dilakukan bank/investor kepada perusahaan.
- Memahami efisiensi dari sebuah bisnis.
- Untuk manajer perusahaan, rasio profitabilitas ini bisa menjadi acuan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan.
- Sebagai tolak ukur bagi trader saham dalam menilai apakah saham perusahaan layak untuk dibeli.
- Sebagai acuan dasar dalam aspek pajak perusahaan